Setelah mengetahui tentang kapasitor, sekarang mari mempelajari prinsip pembentukan kapasitor. Jika dua buah plat atau lebih yang berhadapan dan dibatasi oleh isolasi, kemudian plat tersebut dialiri listrik maka akan terbentuk kondensator (isolasi yang menjadi batas kedua plat tersebut dinamakan dielektrikum). Bahan dielektrikum yang digunakan berbeda-beda sehingga penamaan kapasitor berdasarkan bahan dielektrikum. Luas plat yang berhadapan bahan dielektrikum dan jarak kedua plat mempengaruhi nilai kapasitansinya.
Pada suatu rangkaian yang tidak terjadi kapasitor liar. Sifat yang demikian itu disebutkan kapasitansi parasitic. Penyebabnya adalah adanya komponen-komponen yang berdekatan pada jalur penghantar listrik yang berdekatan dan gulungan-gulungan kawat yang berdekatan.

Dielektrum (Prinsip Pembentukan Kapasitor)
Gambar diatas menunjukan bahwa ada dua buah plat yang dibatasi udara. Jarak kedua plat dinyatakan sebagai d dan tegangan listrik yang masuk.
Incoming search terms:
plat kapasitor,
artikel kapasitor,
prinsip kapasitor,
prinsip kapasiaator,
penamaan pada kapasitor none
Kapasitor ialah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan elektron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah kapasitor dinyatakan dalam farad. Read the rest of this entry…
Incoming search terms:
komponen kapasitor,
dasar-dasar elektronika,
kapasitor adalah,
komponen dasar elektronika dan fungsinya,
tentang kapasitor 3 com
Suatu kapasitor memiliki nilai kapasitansi. Nilai kapasitansi ini berfungsi sebagai kemampuan kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs.
Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :
C = (8.85 x 10-12) (k A/t)
Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan. Daftar konstanta bahan dielektrik :
- Udara vakum, k = 1
- Aluminium oksida, k = 8
- Keramik, k = 100 – 1000
- Gelas, k = 8
- Polyethylene, k = 3
Incoming search terms:
Kapasitansi,
menghitung kapasitor,
cara menghitung kapasitor,
menghitung nilai kapasitor,
kapasitansi kapasitor none